Tata Cara Hingga Proses Taaruf Online Selama Pandemi Menyerang di Indonesia

8/21

Gara-gara viralnya ijab kabul pasangan pesohor yang konon tidak pernah saling pacaran sebelumnya, banyak orang yg penasaran dengan sistem taaruf. Menurut kabar yg beredar, beberapa sejoli itu cuma sedang taaruf secara online, dilanjutkan lamaran, lalu menikah.

Terlepas dari masalah apakah mereka sudah sedang cara taaruf yang benar, keduanya toh sudah meresmikan diri sebagai pasangan suami istri sah. Nah, sebenarnya apa sih taaruf itu? Lalu, bagaimana cara taaruf dalam Islam?

Taaruf merupakan perkenalan antara laki-laki dan perempuan buat tujuan menikah sesuai dengan cara-cara yang disunahkan. Proses perkenalan ini umumnya dikerjakan dengan bertamu ke rumah pihak wanita sekaligus mengenalkan kedua keluarga. Kata “taaruf” sendiri sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa Arab, “lita’arafu” yang bermakna saling mengenal.

Cara Taaruf yang Benar

Bagi kamu yang penasaran dengan tata cara taaruf sampai menikah, berikut ini ialah dua tahapan.

Proses Taaruf Online

Sebelum kalian membahas lebih lanjut mengenai tahap Taaruf, ada informasi penting juga nih. Untuk kami yang memang sudah menemukan idaman hati, buru-burulah menikah. Lalu jika anda telah diberikan buah hati, kamu dapat mencoba memberikan nama kepada buah hati yang mempunyai kumpulan arti nama bayi yang indah dan baik.

Saling Membuat Proposal

Jangan bayangkan tata cara taaruf itu cuma mengandalkan kemampuan mengatakan dan meyakinkan kandidat pasangan dan keluarga. Pasalnya, masing-masing calon pasangan wajib membuat ajuan untuk saling diajukan.

Namanya anjuran pasti harus dibentuk secara tertulis serta visi dan misi kandidat pasangan di era mendatang sehabis menikah.

Nir cukup hanya foto sebab mesti dilengkapi dengan data diri dan keluarga, rencana program ijab kabul, sasaran keturunan dan pendidikan anak, dan pastinya tingkat wawasan soal agama Islam. Singkatnya, usulan ini tak lain semacam CV (Curriculum Vitae) untuk kebutuhan mengenalkan diri ke kandidat pasangan.

Lalu, siapa yang bakal menyerahkan tawaran itu? Kan kandidat pasangan tidak boleh berjumpa lalu?

Nah, di sinilah ada peran seorang mediator atau pembina bagi mencarikan pasangan melalui tawaran yg sudah dibentuk. Perantara itu juga punya tugas sebagai pengantar usulan ke calon pasangan yg dikehendaki.

Bertukar Proposal

Kalau telah ada kandidat yg diharapkan, usulan itu mampu diberikan kepadanya. Begitu juga sebaliknya, si pemberi juga akan menerima ajuan dari calon yg sudah dikirimi. Saling bertukar ajuan yaitu salah sesuatu tahapan dari cara taaruf yang benar, dan sangat menentukan langkah ke depannya.

Setelah masing-masing kandidat mendapatkan dan mempelajari ajuan yang diterimanya, pihak mediator mulai menanyakan apakah mereka telah memutuskan opsi. Kalau keduanya telah merasa mantap, saatnya menertibkan rapat.

Proposal yg diterima masing-masing kandidat pasangan itu mulai dipelajari juga oleh pihak keluarga. Peran keluarga utama bagi menunjukkan yang terbaik bagi anaknya supaya sungguh-sungguh dapat memilih pasangan terbaik.

Rendezvous Calon Pasangan

Rendezvous | unsplash.com
Cara taaruf dalam Islam berikutnya yaitu bertemu dengan calon pasangan. Eits, tunggu dahulu. Dilarang keras berjumpa cuma berduaan. Kamu dan kandidat pasanganmu cuma boleh ketemu seandainya didampingi mediator.

Rendezvous itu untuk menanyakan kesiapan masing-masing calon. Jika keduanya telah merasa cocok, proses berikutnya mampu dilakukan. Oh ya, momen rapat dengan kandidat pasangan ini pun ada adabnya lho.

Masing-masing tak boleh berlebihan dalam menatap calonnya. Khusus untuk cowok, persepsi matanya tak boleh belingsatan memperhatikan kandidat pasangannya.

Lalu, di manakah rapat itu dilakukan? Hal ini dapat dibahas lalu antara kedua calon pasangan lewat mediator. Lokasi itu seharusnya jangan di salah sesuatu rumah calon pasangan. Lebih baik di kawasan yg netral dan nyaman buat keduanya. Tentu saja proses pembahasan tempat itu harus lewat pihak perantara.

Mempertemukan Keluarga dan Khitbah

Nah, saatnya rapat antara beberapa keluarga dan dilanjutkan dengan khitbah. Apa itu khitbah? Dalam rangkaian sistem taaruf sampai menikah, khitbah merupakan proses peminangan alias lamaran.

Penting bagi dimengerti bahwa jarak dari proses perkenalan pertama hingga merasa cocok dan lamaran tak boleh terlalu usang. Paling usang sekitar 3 pekan. Seperti yang kalian ketahui, taaruf bukanlah pacaran yg kami ketahui pada umumnya.

Taaruf yaitu proses perkenalan antara dua kandidat buat kemudian dilanjutkan ke jenjang yg lebih serius. Jadi, dalam rangkaian sistem taaruf, khitbah sejatinya melibatkan keluarga dari dua calon pasangan. Rendezvous antara dua keluarga ini dapat sekaligus membicarakan rencana program janji dan resepsi.

Akad Nikah

Kalau seluruhnya telah setuju, akan dari tanggal acara dan tetek bengek lainnya, dua calon tinggal melanjutkan langkah selesai dari cara taaruf yang benar, yaitu mengadakan ijab kabul.

Untuk program ijab kabul ini dapat diubahsuaikan janji kedua keluarga selama tidak melanggar syariat Islam.

Cara taaruf dalam Islam bekerjsama tak ribet asalkan semua pihak yang menjalani paham dengan kaidah dan ketentuannya. Toh, tujuan utamanya adalah demi kebaikan dari kedua kandidat pasangan.

Menikah yaitu ibadah yang disunahkan dalam Islam, mau menerapkan praktik taaruf atau tak, seluruh kembali pada iktikad pihak yang menjalani. Nah, itulah rangkaian metode taaruf sampai menikah yang biar mampu membantumu dalam kehidupan ini.

Pembelajaran Lebih Lanjut : taaruf online